29 April 2008

Internet Protocol

Short for Internet Protocol, IP is an address of a computer or other network device on a network using IP or TCP/IP . For example, the number "166.70.10.23" is an example of such an address. These addresses are similar to addresses used on houses and help data reach its appropriate destination on a network.
There are five classes of available IP ranges: Class A, Class B, Class C, Class D and Class E, while only A, B and C are commonly used. Each class allows for a range of valid IP addresses. Below is a listing of these addresses.

Class Address Range Supports
Class A 1.0.0.1 to 126.255.255.254 Supports 16 million hosts on each of 127 networks.
Class B 128.1.0.1 to 191.255.255.254 Supports 65,000 hosts on each of 16,000 networks.
Class C 192.0.1.1 to 223.255.254.254 Supports 254 hosts on each of 2 million networks.
Class D 224.0.0.0 to 239.255.255.255 Reserved for multicast groups.
Class E 240.0.0.0 to 254.255.255.254 Reserved.

Ranges 127.x.x.x are reserved for loopback tests, for example, 127.0.0.1. Ranges 255.255.255.255 are used to broadcast to all hosts on the local network.
All IP addresses are broken down into 4 sets of octets that break down into binary to represent the actual IP address. The below chart is a basic example of the basic IP 255.255.255.255.

IP: 255. 255. 255. 255.
Binary value: 11111111. 11111111. 11111111. 11111111.
Octet value: 8 8 8 8

If we were to break down the IP "166.70.10.23", which is the IP address of the Network, you would get the below value.

166. 70. 10. 23
10100110. 01000110. 00001010. 00010111
128+32+4+2=166 64+4+2=70 8+2=10 16+4+2+1=23
There are several IP addresses used or automatically assigned on a network. For example:

166.70.10.0 0 is the automatically assigned network address.
166.70.10.1 1 is the commonly used address used as the gateway.
166.70.10.2 2 is also a commonly used address used for a gateway.
166.70.10.255 255 is automatically assigned on most networks as the broadcast address.
Users and/or companies who need to register an IP address or a valid range of IP addresses must register that IP address through InterNIC.

Broadcast

When referring to computers, a broadcast is used to describe a message sent to all individuals in an area. In computer networking, the broadcast address is used to distribute a signal across a network, commonly used to declare to other devices on a network that a new device has connected to the network and to give those other devices information about the newly connected device. The broadcast address on a network is commonly an address that ends with "255". For example, a broadcast netmask is "255.255.255.255".

Octet
A term created for computer networks that is similar to a byte or eight bits. Because some of the computers and other network devices connected to the network and the Internet consider a byte more than eight bits, this term was created to help prevent any confusion.

Binary
Base 2 8-bit number system represented by the numeric values of 0 and/or 1, also known as ON or OFF. Below is an example of the value 255 which is 11111111 in binary where all values are on.

Value: 128 64 32 16 8 4 2 1
ON/OFF: 1 1 1 1 1 1 1 1

Gateway
When referring to a network, a gateway is an address used as an entry point into another network. For example: 166.70.10.1 could be used as a gateway. It is common for .1 and .2 to be setup as a network's gateway. The gateway is commonly the address of a network device such as a network router.computerhope




01 April 2008

Ngopi spool file dari AS400 ke PC Win Vista



















Tampilan iSeries Navigator pada AS-400 client access.
Langkah - langkahnya yaitu :
1. Pada Windows Vista, Klik Start --> Program --> Pilih IBM iSeries Access for Windows,
2. Trus pilih iSeries Navigator [seperti tampak di atas].
3. Setelah itu cari My Connections,
4. Cari IP address Server nya,
5. Masukin User & Password nya,
6. Trus cari printer di mana spool file itu tersimpan,
7. Setelah itu tinggal klik kanan di tiap spool file nya, seperti copy - paste nya file-file di Windows.

27 February 2008

Instalasi AS-400 Client Access [Bag.I]

Buat temen-temen IT khususnya core banking, pasti tahu dengan software yang atu ini [ngga semua bank siy pake Alphabits dengan mesin AS-400 nya], hanya pengen berbagi aj nich cara instalasi IBM AS-400 client access, kebetulan yang saya instal versi kuno yaitu 4.5, klau sekarang sich kyaknya udah lebih v5.5. Berikut sreen shoot nya [instalasi di PC berplatform WinXP] :
1. masukkan CD AS-400 Client Access ke CD/DVD drive PC anda.
2. untuk lebih jelasnya silahkan liat gambar di bawah ini :
dari kiri ke kanan -->




















































































Semoga bermanfaat...:)
Pada bagian yang ke dua nanti akan saya bahas tentang pembuatan 'Configure Session' nya untuk penggunaan user.

19 February 2008

'Bill Gates' dari India

Bangku kuliah ia tinggalkan. Di tangan Azim Hashim Premji, perusahaan warisan Wipro menjelma menjadi raksasa peranti lunak komputer India.

Namanya tak pernah absen dari daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes sejak 1999. Azim Hashim Premji, 62 tahun, kerap disebut-sebut sebagai Bill Gates-nya India, karena ia juga juragan bisnis komputer yang disegani. Julukan itu bertambah kuat karena Premji pun mengalirkan milyaran dolar ke sebuah yayasan pendidikan yang menyandang namanya.

Gates, sang maharaja dari imperium Microsoft, gemar beristirahat di tepian Danau Washington di rumahnya yang bergaya cottage dengan luas kira-kira dua hektare, berkamar tujuh, enam dapur, ada bioskop dan ruang perpustakaan bundar. Gates juga suka menikmati pantai, rumah perahu dan sungai buatan yang dipenuhi salmon dan trout. Bagaimana dengan Premji?

Pria kelahiran 24 Juli 1945 itu tetap setia dengan rumah satu-satunya di kampung halamannya, Bangalore. Pria Muslim Bohra (Ismaili) berdarah Gujarat itu masih menyetir sendiri mobil Ford Escort usangnya. Tak ada yang lebih digemarinya selain hiking di perbukitan berjarak enam jam bermobil dari rumahnya. Meski kini menjadi orang nomor dua terkaya di India, Premji selalu memilih penerbangan kelas ekonomi untuk keperluan bisnis.

Orang boleh beranggapan bahwa suksesnya tak lepas dari perusahaan warisan ayahnya, Wipro. Tapi, satu peristiwa selalu dikenang Premji sebagai momen terpenting dalam hidupnya. Tahun 1966, ia masih kuliah teknik kelistrikan di Standford University, California, ketika kabar duka itu datang: ayahnya meninggal dunia. Premji bergegas pulang ke India.

Untuk pertama kalinya, Premji menghadiri rapat umum tahunan pemegang saham Wipro, yang masih beromzet US$ 2,1 juta. Seorang pemegang saham angkat suara dengan saran bernada skeptis terhadap kemampuannya. “Tuan Premji, Anda sebaiknya menjual saham Anda dan menyerahkannya ke manajemen yang lebih matang, karena tidak mungkin orang seusia Anda yang belum berpengalaman bisa memimpin perusahaan ini.” Saat itu, usia Premji baru 21 tahun.

Premji menyikapi saran itu sebagai tantangan yang justru membuatnya mantap meninggalkan bangku kuliah dengan satu keyakinan: membawa Wipro menuju sukses. Ketika Premji menduduki kursi panas di puncak Wipro, yang masih bernama Western Indian Vegetable Products, hanya berdagang minyak goreng. Belakangan, perusahaan itu merambah ke lemak roti, lalu sabun dan pasta gigi, keperluan mandi bayi, produk lampu dan silinder hidrolik. Premji lalu menggiring perusahannya memasuki bidang peranti lunak komputer.

Empat puluh satu tahun kemudian, Wipro di bawah kepemimpinan Premji telah menjelma menjadi sebuah korporasi global dengan laba bersih tahun lalu sebesar 856 crore rupee (1 crore = 10 juta) atau US$ 216,4 juta. Kekayaan pribadi Premji kini bertengger di angka US$ 13,6 milyar (Rp. 128,8 trilyun).

“Saya rasa tidak ada yang rahasia,” kata Premji tentang kiat suksesnya. Menurut dia, Wipro telah berhasil membangun kultur yang kuat dalam organisasi melalui pembinaan, kepemimpinan, dan sensitivitas pada pelanggan dalam pelayanan. Selain itu, juga dikembangkan sensitivitas pada pegawai, dan semangat kuat untuk menang tanpa kompromi pada tahap mana pun di garis standar integritas tertinggi. “Kombinasi ini menjadikan kami sukses,” kata Premji, yang kembali ke Stanford pada 1999 untuk menyelesaikan gelar sarjananya di bidang teknik kelistrikan.

Koran Business India menggambarkan Premji sebagai seorang pekerja keras. “Dia orang yang lugas yang tak pernah mau mengandalkan suap.” Inilah kutipan resep suksesnya yang dirangkum Business India: “Jangan pernah mengompromikan nilai-nilai fundamental dalam situasi apa pun. Bangun kepercayaan diri, selalu melihat ke depan. Selalu tempatkan orang-orang terbaik di sekitar Anda, sekalipun mereka lebih dari Anda. Miliki komitmen obsesif pada kualitas. Bermain untuk menang. Serahkan semua kepada kekuatan Yang Di Atas.”

Wipro dan perusahaan-perusahaan sejenis mendapat peluang besar setelah IBM memutuskan keluar dari India pada 1978 gara-gara perselisihan dengan pemerintah. Tapi, terlepas dari itu, kepemimpinan Premji telah teruji. Di bawah kendalinya, Wipro mampu memikat klien-klien besar seperti Nokia, Prudential, Parlemen Skotlandia dan Microsoft. Selain itu, selama bertahun-tahun, ia menerima banyak penghargaan, yang dia yakini sebagai pengakuan terhadap setiap orang yang berkontibrusi pada Wipro.

Business India menganugerahinya gelar “Business Man of the Year” tahun 2000. Koran Economic Times memilihnya sebagai “Business Leader of the Year” tahun 2004. Koran bisnis Inggris, Financial Times, memasukkannya dalam daftar 25 milyuner teratas yang telah melakukan paling banyak hal signifikan bagi perubahan sosial, politik dan kultural (November 2004).

Majalah Time pada April 2004 menahbiskan Premji sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia. Sebelumnya, pada Agustus 2003, majalah Fortune memasukkan dia dalam daftar 25 pemimpin bisnis paling berpengaruh di luar Amerika Serikat. Di tahun yang sama (Maret), majalah Forbes menempatkan dia dalam daftar 10 orang di dunia yang punya “efek paling kuat pada perubahan,” dan majalah Business Week pada Oktober 2003 menempatkan foto Premji di sampul dengan tulisan “India’s Tech King.” Yanto Musthofa (dari berbagai sumber)

Dari Minyak Sayur ke Komputer

1966: Setelah kematian ayahnya, Azim Hashim Premji bergabung ke perusahaan keluarga, Western Indian Vegetable Product, yang memroses minyak sayur.
1977: Nama perusahaan diubah jadi Wipro.
1980: Wipro mulai membangun komputer-komputer mini dengan teknologi lisensi dari Sentinel Computer Corp. Amerika Serikat.
1985: Menggaet Acer, produsen PC Taiwan untuk perakitan komputer di India.
1985-1999: Wipro berekspansi dengan menjamah ekspor software, perawatan kesehatan, telekomunikasi, perencanaan sumber daya perusahaan dan komunikasi data. Mereka juga terjun ke produk lampu dan perawatan kesehatan.
2000: Premji dinyatakan sebagai orang terkaya di India dengan kekayaan bersih US$ 51 miliar, sebagian besar dari kepemilikan sahamnya di Wipro sebesar 75%.nebula165

11 February 2008

Microsoft | Yahoo!

Merek Yahoo akan tetap dipertahankan Microsoft jika penawaran akusisi disetujui dewan eksekutif Yahoo. Hal tersebut diungkapkan Steve Balmer, CEO Microsoft, dalam sebuah wawancara dengan majakah Business Week.

"Yahoo, sebagai nama merek, akan tetap hidup," ujar Ballmer, seperti dilansir CNET, Kamis (7/2). Meskipun demikian, ia tak mau menjelaskan lebih rinci teknologi apa saja yang akan diadopsi Microsoft setelah penggabungan.

Jika bisnis Internet kedua perusahaan harus bergabung, tentu saja harus memilih salah satu bentuk layanan email, platform iklan, sistem instant messaging. Selain itu, nama layanan juga harus ditentukan, apa yang tetap dipertahankan atau menentukan nama baru yang mencirikan keduanya.

Sayang, Microsoft masih enggan mengungkap secara rinci rencana besarnya di luar iming-iming senilai 44,6 dollar AS. Hanya saja, Ballmer meyakini penggabungan bisnis layanan Internet kedua perusahaan akan menekan ongkos operasional hingga 1 miliar dollar AS.

Sudah seminggu berlalu, tawaran Microsoft belum juga ditanggapi para petinggi Yahoo. Tawaran yang sangat menggiurkan itu memang sulit untuk ditolak dan kini nilainya pun turun hanya menjadi sekitar 40 miliar dollar AS setelah saham Yahoo turun lebih dari 2 dollar per lembar saham.kompas

05 February 2008

Internet Banking, amankah?

Kalau kita baca surat kabar atau browsing di internet, ada sebuah berita menarik yaitu web sebuah bank besar berhasil di palsukan untuk mengelabuhi nasabah dan apa yang di dapat sang penipu dia mendapatkan sebuah informasi dari nasabah itu [no. rekeningnya mungkin saja,dll]. Memang tidak bisa di pungkiri sekarang ini arus teknologi sangat cepat sekali apalagi teknologi informasi seperti internet. Dan kebanyakan orang awalnya sih iseng2 lama2 ke enakan bahkan sampai merugikan pihak terkait, mulailah sekarang gunakanlah teknologi ini untuk hal2 yg positif dan untuk memajukan bangsa ini tentunya. Dan hal inilah yang sekarang di alamin ma Bank Niaga & Bank Bukopin dan tidak menutup kemungkinan bank2 yang lain yang menggunakan transaksi internet banking. Maka berhati-hatilah...@


Situs Bank Niaga Palsu (atas) dan Asli (bawah)

Waspadalah pengguna e-banking Indonesia, aksi phising alias tipu-tipu menggunakan situs aspal (asli tapi palsu) gentayangan lagi! Saat ini situs e-banking Bank Niaga yang memiliki kembaran jahat. Hal tersebut diketahui berdasarkan forward e-mail dari Prasetyo Adhy Nugroho, pembaca setia detikcom yang juga nasabah e-banking Bank Niaga. E-mail tersebut diterima detikINET, Senin (4/2/2008).

Dalam e-mail phising yang di-forward tersebut, tertulis:
-----
From: PT Bank Niaga Tbk
Date: Feb 3, 2008 8:13 PM
Subject: Website Niaga Global Access (NG@) Dalam Perbaikan " Membutuhkan Verifikasi Anda "

Kepada para Pengguna NIAGA Global@access,

Kami telah menyelesaikan beberapa perbaikan di dalam server NIAGA Global@access. Salah satunya, dengan meningkatkan keamanan di dalam anda melakukan proses transaksi Internet Banking.

Untuk mengantisipasi adanya kesalahan di dalam database server kami, mohon anda login ke account NIAGA Global@access anda dan mengecek kebenaran data Data Info yang ada. Silahkan klik disini untuk mengakses NIAGA Global@access atau klik LOGIN dibawah ini:

Adapun data yang perlu anda cek kebenaran nya adalah:
- Account Number
- Product Type
- Account Name
- Currency

Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat bagi anda.
Hormat kami,

Bank NIAGA.

-----

Jika penerima e-mail tersebut 'terjebak' untuk mengklik tulisan "klik disini", maka dia akan diarahkan ke alamat http://secure.bank2home.com.cn/ib-niaga/Login.html. Padahal, alamat resmi dari e-banking Bank Niaga adalah di https://secure.bank2home.com/ib-niaga/Login.html.


Bagaimana Membedakan?

Sekilas, kedua URL tersebut nyaris sama. Bahkan tampilannya pun kembar siam. Bedanya, yang satu memiliki domain '.com', satu lagi adalah '.com.cn'.

Pembeda lainnya, dan yang paling penting, adalah pada "http" dan "https". Akhiran "s" pada "http" tersebut menandakan bahwa situs tersebut adalah benar-benar telah "secure", karena dilindungi oleh teknologi enkripsi data berupa Verisign SSL.

Di situs e-banking Bank Niaga yang aspal, tercantum pula logo "Verisign Secured". Bagi orang awam, tentu sulit membedakannya. Yang dapat menjadi salah patokan kesahihan sebuah situs e-banking yaitu URL yang tertulis adalah "https", dan di bagian kanan bawah browser ada gambar gembok yang terkunci.

Jika korban tanpa sadar mengisi user ID dan password pada situs aspal tersebut, maka dapat dipastikan bahwa data-data personal tersebut, termasuk catatan aktifitas e-banking-nya, akan dapat diketahui oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.


Screenshot situs Bank Bukopin Aspal (atas) dan Asli (bawah)

Tak hanya dengan Bank Niaga dan BNI, pelaku pencurian identitas (phising) sepertinya bakal melanjutkan aksinya dengan membidik nasabah bank lain. Bank Bukopin bisa jadi target selanjutnya.

Hal itu berdasarkan informasi yang dikirimkan Syamsul Sachar, pembaca detikINET yang melihat gerak gerik mencurigakan dari sebuah situs yang dibuat memaksa agar mirip situs resmi Bukopin.

Situs aspal (asli tapi palsu) ini beralamat di http://secure.bank2home.com.cn/appbukopin/. Sementara situs aslinya beralamat di https://secure.bank2home.com/appbukopin/login.jsp.

Tak seperti situs aspalnya Bank Niaga, 'kembaran' Bank Bukopin ini dari segi tampilan terlihat masih sederhana. Sepertinya situs ini masih dalam taraf pengembangan. Menurut keterangan pada situs tersebut, saat ini mereka tengah melakukan pemeliharaan rutin.

Dengan kata lain, situs tersebut suatu saat bakal selesai dibangun serta bisa digunakan untuk menipu nasabah Bank Bukopin atau maksud tidak baik lainnya.

Cara membedakan

Untuk membedakannya, sama seperti kasus 'kembaran' Bank Niaga. Sekilas, kedua URL tersebut nyaris sama. Perbedaannya, yang satu memiliki domain '.com', satu lagi adalah '.com.cn'.

Selain itu, yang penting adalah pada "http" dan "https". Akhiran "s" pada "http" ini menandakan bahwa situs tersebut benar-benar telah "secure", karena dilindungi oleh teknologi enkripsi data berupa Verisign SSL.

Di situs Bank Bukopin yang aspal, tercantum juga logo 'Verisign Secured'. Namun, yang dapat menjadi patokan resminya sebuah situs e-banking yaitu URL yang tertulis adalah "https" dan di bagian kanan bawah browser ada gambar gembok yang terkunci.detik

31 January 2008

Kok bisa begini ya?Mending ke luar negeri aja...

Profesional IT Indonesia Paling Murah

Dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, India bahkan China, seharusnya profesional IT Indonesia setara. Tapi, kenyataannya?

Hamdan, panggil saja begitu. Pria beranak tiga ini adalah warga Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Bidang kerjanya adalah pemelihara jaringan di sebuah perusahaan telekomunikasi berskala internasional. Soal gaji, meski Hamdan tidak eksplisit menyebutnya, namun dari perubahan gaya hidupnya tergambarkan bagaimana ‘lumayan’nya gaji yang diterimanya di Arab Saudi sana.

Begitu ‘hengkang’ ke Arab Saudi, Hamdan mampu merenovasi rumah seluas 120 meter persegi menjadi bangunan dua tingkat dengan gaya arsitektur terkini. Kalau dulu ia hanya punya satu mobil Toyota Great Corolla, kini berubah menjadi Toyota Avanza sebanyak dua buah. Melengkapi gambaran hebatnya gaji Hamdan, sebuah ruko dan sebuah rumah tinggal lainnya dimiliki Hamdan tanpa hutang sedikit pun. Sekedar catatan, Hamdan baru menginjakkankakinya di Arab Saudi tak kurang dari enam bulan.

Menyaksikan atau bahkan mendengar apa yang dimiliki Hamdan, tentu mengerucutkan pikiran kita betapa hebatnya seorang pekerja di bidang Teknologi & Informasi dihargai. Terlebih bila pekerja itu adalah seorang warga negara Indonesia yang bekerja di negara asing.

Tapi siapa sangka kalau sebuah hasil survey yang dilakukan zdnetasia.com secara online pada bulan-bulan terakhir tahun lalu justru berkata lain. Survey yang melibatkan sedikitnya 5090 responden itu menunjukkan kalau gaji yang diterima oleh ahli-ahli TI Indonesia jauh lebih rendah bila dibandingkan beberapa negara lain, seperti Hongkong, Singapura, India, Malaysia serta Thailand.

Profesional di Indonesia yang dalam setahun mendapat total gaji rata-rata sebesar US$ 10.959 hanya setingkat lebih baik dari yang diterima kaum profesional di Filipina yang hanya memperoleh gaji sekitar US$ 10,899 per tahunnya. Sedangkan, Hongkong dan Singapura menempati urutan teratas.

Data lainnya menyebutkan, dengan pengalaman 5 tahun di bidangnya, seorang profesional TI di Indonesia hanya dihargai sekitar US$ 5.619 setahun. Bahkan tidak hanya itu, masih menurut survei itu, profesional IT di Indonesia yang memiliki pengalaman 10 tahun lebih pun hanya menerima gaji rata-rata US$ 20.030 per tahun atau sekitar 15 juta-an setiap bulan. Bandingkan dengan Malaysia yang mampu membayar pakarnya hingga US$ 25.615 setahun.

Sementara itu Filipina hanya sanggup membayar per tahunnya sebesar US$ 19.879. Bandingkan dengan Hongkong, yang tenaga TI-nya bisa berpenghasilan sampai US$ 80.005 setahun. Sedangkan Singapura membayar US$ 64.289 pertahun.

Untuk sektor industri TI, hasil survei itu juga menampilkan data menarik lainnya sebagai bahan kajian. Mereka yang berkarir di bidang Manajemen TI, misalnya, mendapat total pendapatan tahunan yang paling besar dibandingkan bidang lain seperti Project Development dan System Development.

Untuk posisi Manajemen TI, Hongkong berada di peringkat tertinggi pendapatan per tahun yakni US$ 96.754, disusul Singapura (US$ 61.167), Thailand (US$ 38.721), India ( US$ 28.557), Malaysia ( US$ 25.162), Filipina (US$ 19.524) dan Indonesia ( US$ 16.060).

Sedangkan, penghasilan terendah di sektor TI ditempati oleh bidang System Development, yakni US$ 40.971 (Hongkong), US$ 32.902 (Singapura), US$. 15.450 (Thailand), US$ 13.967 (Malaysia), US$ 11.953 (India), US$ 8.448 (Filipina) dan US$ 6.897 (Indonesia).

Tidak Faktual

Beragam pro kontra mengomentari hasil survey tersebut. Karya Bakti Kaban misalnya. Praktisi yang telah lama berkecimpung di dunia IT menyatakan komentar sebaliknya atas hasil survey tersebut. "Nggak benar juga sih ya. Faktanya sih orang-orang kita, apakah itu yang proyek-nya di Indonesia atau yang dikirimke luar negeri, secara salary nggak kalah juga," terang Karya Bakti ketika ditemui di ruang kerjanya akhir bulan lalu.

Rendahnya posisi daya bayar perusahaan Indonesia menurutnya lagi lebih disebabkan oleh pola pengambilan samplenya. "Kenapa benchmark ini nilainya rendah, bayangan saya sih karena yang pertama diambil (sebagai responden) rata-rata pekerja IT secara keseluruhan. Selain itu, orang-orang itu mungkin bekerjanya di Indonesia, dan dari berbagai macam perusahaan. Sehingga hasilnya seperti itu," urainya panjang.

Sedangkan Osly Usman, Career Consultant-IT & Telecommunication Specialist, PT. JAC Indonesia juga keberatan dengan hasil survey itu. Buatnya pakar-pakar IT di Indonesia juga dihargai cukup tinggi. "Kalau pun ada yang bergaji rendah, tapi tidak bisa disamaratakan," ungkapnya.

Osly mencontohkan tenaga teknisi jaringan. "Yang paling mahal disini adalah teknisi jaringan. Level-level itu mulainya dari CCNA, CCNP baru CCIE. Di indonesia ini cuma ada 20 orang. Dan gaji mereka tidak kecil," ungkap Osly yakin.

Sedangkan bagi mereka yang fresh graduate, masih menurut Osly seorang pekerja di bidang IT kisarannya adalah Rp 2,5 juta. Untuk Java malah bisa lebih lagi. "Kisarannya yang lebih bagus bisa 3 juta. Kalau dia main di level ini bisa hingga 20 juta rupiah range of salary nya. Jadi kalau dibilang di sini kita paling rendah ini berdasarkan apa? Kalau misalnya dia bilang untuk developer, oke developer rendahnya di mana? Kita memang ada sih fresh graduate gajinya 1,5 sampai 2 juta memang ada. Tapi mostly dari mereka biasanya ya yang level fresh sekali yang untuk IT staf itu dia memang gajinya 1,5 sampai 2," ujarnya seraya bertanya.

Wayah S. Wiroto, Vice Rector for Colaborationand Marketing Affairs, Universitas Bina Nusantara juga berpendapat senada. Katanya, seorang IT specialist kita bisa mendapatkan gaji sekitar 2,5 sampai 7 juta, tergantung kemampuan dan pengalaman mereka. Bandingkan dengan IT specialist asal Singapura dan India, untuk yang pengalaman satu sampai 3 tahun itu mereka mendapat gaji sekitar US0 sampai US0 US dollar. "Mungkin data itu untuk level yang sudah top managemen IT nya, itu mungkin agak berbeda karena tentunya struktur gaji yang di Indonesia sama yang di luar negeri kalau if you comparison directly it’s almost impossible," ungkap Wayah.

Contoh lainnya disebut Wayah, untuk kalangan middle management semacam section head atau manajer. Industri kita menawarkan gaji antara 7 sampai 20 juta per bulan. "Kalau menurut saya itu relatively cukup comparison kok," ujarnya. Sedangkan untuk yang belum berpengalaman, alumni Binus menurut pria berkacamata ini mendapatkan sekitar 1500-2500 US dollar perbulannya, bila ditempatkan di Jepang.

Utoyo S. Nurtanio, Partner, PT Accenture Indonesia justru mengingatkan kalau kita tidak bisa lihat hasil survei itu sebagai suatu angka yang kita perbandingkan se cara mutlak. "Karena itu relatif dan tergantung dengan kondisi di negara-negara tersebut, dimana secara umum profesi apapun di Singapura misalnya memang secara umum tingkatan gajinya pasti lebih tinggi dari kita. Karena memang biaya hidupnya juga lebih tinggi," imbuh Utoyo.

Idealnya, bila dibandingkan dengan filipina, Indonesia seharusnya lebih tinggi. Sedangkan dengan Thailand hampir sama. "Tapi survey malah menunjukkan kita hampir sama dengan Filipina dan lebih rendah dari Thailand hampir tiga kali lipat.

Menurut Utoyo tinggi rendahnya gaji seorang pekerja IT tergantung dari jam terbangnya. "Jadi kalau yang masih junior itu relatif masih salary pemula. Tapi semakin tinggi jam terbangnya itu sebetulnya tingkat keahliannya itu nggak kalah. Yang membedakan mungkin adalah pool of resourcenya," terang Utoyo.

Kemampuan Bahasa

Sementara itu, Direktur Marketing Oracle Indonesia, Gunawan Loekito memaklumi hasil survey tersebut. Buat Gunawan, dibandingkan dengan beberapa Negara di Asia, IT salary benchmark di Indonesia memang relatif mendekati urutan bawah. "Kalau dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, India atau bahkan Cina, harusnya kita memang ada di antara mereka. Tapi ternyata nggak," ujar Gunawan.

Menurutnya orang masih melihat bahwa, di Indonesia masih relatif lebih bisa ditawar, meski kompetensinya tidak kalah bila dibanding dengan Negara lain. Namun dari sisi kemampuan bahasa, bangsa ini keteteran. "Namun meski Bahasa Inggrisnya kalah bila dibanding dengan negara-negara seperti Singapura, Malaysia dan India. Tapi dengan Cina, jelas kita lebih menang," lanjutnya lagi.

Soal kemampuan, menurut Wayah, pakar IT kita dibandingkan dengan Cina dan Vietnam itu masih jauh lebih baik. Tapi soal bahasa memang agak susah. "Kita agak kalah dibandingkan dengan Korea. Jadi masalah cuma disitu," akunya.

Soal kemampuan komunikasi, Osly punya pendapat lain. Baginya seorang pekerja di bidang IT tidak perlu komunikasi yang komprehensif mengingat hubungan kerjanya lebih banyak bersama mesin. "Dia bukan kayak business writer yang harus sempurna bahasa Inggrisnya," ucapnya.

Namun begitu Oslym mengakui kemampuan komunikasi orang-orang IT itu memang sangat lemah. "Mulai dari negosiasi skill, communication skillnya itu memang mereka kurang. Nah disitulah kelemahan seorang IT karena dia terjun langsung ke mesin tersebut, dia bukan dealing dengan orang," belanya.

Lemahnya kemampuan berbahasa asing ini ternyata melemahkan daya tawar pakar IT kita pula. "Kalau orang luar misalnya taruh di Singapura dia langsung di gaji US$ 3000, kalau di Indonesia mana ada segitu, paling sehebathebatnya Indonesia sistem engineer sekitar Rp 7-8 juta itu juga sudah senior," jelasnya.

Lembaga Khusus SDM

Untuk itu agar bisa lebih bersaing, Gunawan menyarankan perlunya suatu lembaga yang khusus menangani tentang sumber daya manusia di Indonesia. "Sekarang kan Indonesia belum dikenal sebagai pengekspor atau penghasil tenaga kelas menengah dan atas, nah itu yang harus segera diadakan, disosialisasikan, bahkan dikumpulkan, dan kalau di lihat orang pintar banyak kan, Prof, DR, Ir, ahli IT, ahli web ada," sarannya.

Dan biar lebih hebat lagi, menurut Gunawan lagi perlu adanya suatu standar nasional ataupun standar Internasional yang berlaku. "Standarnya apa? Sertifikasi. Nah sertifikasi itu bisa sertifikasi yang dilakukan oleh tingkat nasional maupun internasional. Contohnya, kalau di Oracle,Oracle Certified Professional (OCP), ada lagi Oracle Certified Associate (OCA) ini yang paling bawah. Yang paling tinggi namanya, Oracle Certified Master (OCM)," ujarnya lagi.

Meski Indonesia berada di titik rendah dalam hal gaji menggaji tenaga IT, buat Gunawan itu bukan berarti tenaga IT di Indonesia lebih bodoh atau lebih pintar. " Karena kita kurang dipublikasikan. Jadi kreativitas orang Indonesia nggak kalah dengan orang-orang Amerika atau Eropa," yakinnya.

Karya Bakti Kaban pun berpendapat serupa. Hanya saja ia mengingatkan pentingnya sebuah upaya marketing dalam menjual kemampuan itu tadi. Sehingga kurang dikenal di luar, karena marketingnya kurang. "Sehingga kalau mau mendapat penghasilan yang lebih bagus, yang pertama adalah bahasa Inggrisnya dibagusin dulu, karena itu akan membuat harga naik, persentasi bagus, harganya langsung naik. Satu lagi mungkin, jangan lupa juga kalau mau keluar itu, harus tahu rate, harga luar berapa. Karena kita harus punya bayangan juga, jangan kita ditawar langsung mau, ya sudah harga murah," saran Karya Bakti Kaban.[portalhr]

28 January 2008

Hacker, Cracker, & Carder


Mari kita bahas satu persatu, mulai dari Hacker. Sering di kait-kaitkan dengan yang namanya pembobol kartu kreditlah, merusak sistem jaringan oranglah,...bla..bla..bla.., yang sebenernya Hacker adalah orang yang suka/senang mengoprek [basa gaulnya] program komputer & masuk ke dalam sistemnya, serta pandai dalam basa pemrograman, itu yang dinamakan Hacker. Lain lagi dengan yang namanya Cracker sebenernya pengertiannya hampir mirip ma hacker tetapi ini lebih destructive atau merusak dan sangat merugikan orang lain, dan kalau Carder wah ini berat man kalau ketahuan bisa di penjara karena belanja via internet menggunakan no. kartu kredit orang lain, dan gue ga tahu caranya man, don't ask to me, okey?!yach itulah sekelumit pengertian dari hacker, cracker, & carder menurut yang gue tahu, maaf klau ada yang salah mohon di betulkan...Thankyu peri mach.

02 January 2008

Download Video...

Apakah temen-temen pernah denger yang namanya YouTube web yang berisi tentang video-video tetang apa aja tapi ga bisa diambil file-file nya a.k.a di download, begini caranya fren coba buka browser trus arahkan ke idesktop, seperti gambar di bawah :

klik salah satu video file yang udah di pilih ato kalau mo nyari file-file video yang laen tinggal ketik apa yang mo di cari di kolom search, setelah ketemu ma file yang di cari tinggal klik download tapi terlebih dahulu klik dulu file yang akan di download, seperti pada gambar :


pastikan klik tombol warna biru di pojok kiri bawah pada file video yang akan kita download, seperti tampak pada gambar di bawah ini :


silahkan mencoba...:):):)

28 December 2007

Wireless...

Most WLAN hardware has gotten easy enough to set up that many users simply plug it in and start using the network without giving much thought to security. Nevertheless, taking a few extra minutes to configure the security features of your wireless router or access point is time well spent. Here are some of the things you can do to protect your wireless network:

1) Secure your wireless router or access point administration interface
Almost all routers and access points have an administrator password that's needed to log into the device and modify any configuration settings. Most devices use a weak default password like "password" or the manufacturer's name, and some don't have a default password at all. As soon as you set up a new WLAN router or access point, your first step should be to change the default password to something else. You may not use this password very often, so be sure to write it down in a safe place so you can refer to it if needed. Without it, the only way to access the router or access point may be to reset it to factory default settings which will wipe away any configuration changes you've made.

2) Don't broadcast your SSID
Most WLAN access points and routers automatically (and continually) broadcast the network's name, or SSID (Service Set IDentifier). This makes setting up wireless clients extremely convenient since you can locate a WLAN without having to know what it's called, but it will also make your WLAN visible to any wireless systems within range of it. Turning off SSID broadcast for your network makes it invisible to your neighbors and passers-by (though it will still be detectible by WLAN "sniffers").

3)Enable WPA encryption instead of WEP
802.11's WEP (Wired Equivalency Privacy) encryption has well-known weaknesses that make it relatively easy for a determined user with the right equipment to crack the encryption and access the wireless network. A better way to protect your WLAN is with WPA (Wi-Fi Protected Access). WPA provides much better protection and is also easier to use, since your password characters aren't limited to 0-9 and A-F as they are with WEP. WPA support is built into Windows XP (with the latest Service Pack) and virtually all modern wireless hardware and operating systems. A more recent version, WPA2, is found in newer hardware and provides even stronger encryption, but you'll probably need to download an XP patch in order to use it.

4) Remember that WEP is better than nothing
If you find that some of your wireless devices only support WEP encryption (this is often the case with non-PC devices like media players, PDAs, and DVRs), avoid the temptation to skip encryption entirely because in spite of it's flaws, using WEP is still far superior to having no encryption at all. If you do use WEP, don't use an encryption key that's easy to guess like a string of the same or consecutive numbers. Also, although it can be a pain, WEP users should change encryption keys often-- preferably every week.

5) Use MAC filtering for access control
Unlike IP addresses, MAC addresses are unique to specific network adapters, so by turning on MAC filtering you can limit network access to only your systems (or those you know about). In order to use MAC filtering you need to find (and enter into the router or AP) the 12-character MAC address of every system that will connect to the network, so it can be inconvenient to set up, especially if you have a lot of wireless clients or if your clients change a lot. MAC addresses can be "spoofed" (imitated) by a knowledgable person, so while it's not a guarantee of security, it does add another hurdle for potential intruders to jump.

6) Reduce your WLAN transmitter power
You won't find this feature on all wireless routers and access points, but some allow you lower the power of your WLAN transmitter and thus reduce the range of the signal. Although it's usually impossible to fine-tune a signal so precisely that it won't leak outside your home or business, with some trial-and-error you can often limit how far outside your premises the signal reaches, minimizing the opportunity for outsiders to access your WLAN.

7) Disable remote administration

Most WLAN routers have the ability to be remotely administered via the Internet. Ideally, you should use this feature only if it lets you define a specific IP address or limited range of addresses that will be able to access the router. Otherwise, almost anyone anywhere could potentially find and access your router. As a rule, unless you absolutely need this capability, it's best to keep remote administration turned off.[practicallynetworked]

27 December 2007

Konfigurasi PPPoE pada Router Cisco 2600

Sekedar berbagi buat kawan-kawan semoga bermanfaat, kebetulan kemarin di kantor ku ISP nya di ganti dari yang dulunya pake modem ADSL sekarang pake yang model fiber optik jadi langsung dari ISPnya ke router kantorku dengan kabel utp masukin ke router, nah terus setting pppoe di router konfigurasinya begini(email dari technical support nya...:):), maklum aku masih belajar)...

! – Masuk ke Global Configuration Mode

Router# config terminal
Router(config)# vpdn enable
Router(config)# vpdn-group pppoe
Router(config-vpdn)# request-dialin
Router(config-vpdn)# protocol pppoe
Router(config-vpdn)# exit

! - Kembali ke Global configuration mode

Router(config)# interface dialer1
Router(config-if)# ip address negotiated
Router(config-if)# encapsulation ppp
Router(config-if)# ip mtu 1492

! - Default untuk mtu interface Ethernet 1500
! - (1492 + PPPoE headers = 1500)

Router(config-if)# ip nat outside
Router(config-if)# dialer pool 1
Router(config-if)# dialer-group 1
Router(config-if)# ppp authentication chap callin
Router(config-if)# ppp chap hostname
Router(config-if)# ppp chap password
Router(config-if)# ppp pap sent−username password

! - Username dan password yaitu account dari service prepaid

Router(config)# dialer-list 1 protocol ip permit
Router(config)# interface fastethernet0/1
Router(config-if)# ip address 10.10.1.0 255.255.255.0
Router(config-if)# ip nat inside
Router(config-if)# exit

! - ini adalah interface dan ip address untuk kearah local LAN

Router(config)# interface fastethernet0/0
Router(config-if)# pppoe enable
Router(config-if)# pppoe-client dial-pool-number 1
Router(config-if)# exit

! - ini adalah interface untuk kearah ISP-nya

Router(config)# ip nat inside source list 1 interface dialer 1 overload
Router(config)# ip classless
Router(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 dialer1
Router(config)# no ip http server
Router(config)# dialer-list 1 protocol ip permit
Router(config)# access-list 1 permit 10.10.0.0 0.0.0.255
Router(config)# exit
Router# copy running-config startup-config

Untuk LAN menggunakan DHCP

Tambahkan konfigurasi di router diatas dengan DHCP Pool

Router# config terminal
Router(config)# ip dhcp pool Internal_LAN
Router(dhcp-config)# network 10.10.11.0 255.255.255.0

! - harus satu segmen dengan LAN Interface (FastEthernet 0/1)
! – internal_LAN adalah nama DHCP pool

Router(dhcp-config)# default-router 10.10.0.4

! – ip address interface LAN (FastEthernet 0/1)

Router(dhcp-config)# ip name-server 192.168.11.58 192.168.11.57

! – konfigurasi agar client mendapatkan DNS secara otomatis


Router(dhcp-config)# ^Z

Router# copy running-config startup-config

THANKYU...U CAN TRY IT!

Makin berkembangnya teknologi informasi saat ini, kami juga melayani jasa perbaikan serta cleaning dan instalasi ulang berbagai merk note...